4. Membahagiakan semuanya
Sebelum Carlette menonton pertandingan Adik kembarnya kemarin, Carlette pergi ke sekolah pilot dan Ia test selama 4 hari. Dan Ia diterima menjadi pilot. Ia sangat senang dan bermaksud ingin memberi kejutan untuk ayahnya, tetapi kini Ia malah tekulai lemas di rumahsakit.
Hari berlalu.. Akhirnya Carlette kelua dari rumah sakit. Ayah, Ibu, dan Carlotte kini sudah tau bahwa Carlette terkena penyakit Disleksia dan mereka pun menyesal telah mencap Carlette sebagaiorang bodoh.
Dua hari kemudian Carlette mengajak Sceny ke taman. Sceny pun mengikutinya. Sampai di taman Carlette memberi cincin pada Sceny. Sceny sangat senang, akhirnya Ia mengajak Carlette ke Dufan. Sampai di Dufan Carlette terlihat sangat bersemangat. Sceny mengajak Carlette untuk Photobox, tetapi Carlette ogah-ogahan. Akhirnya Sceny mengacak-acak rambut Carlette hingga poninya menutupi matanya. "Aku tau kamu ga mau foto gara-gara kamu benci mukamu mirip Carlotte kan? Sekarang udah ga mirip. Senyum dong, mau di foto niiiih" tutur Sceny. Carlette berpikir dan berkata "sekali aja ya". Sceny mengangguk mantap. Akhirnya Carlette tersenyum. Sceny hanya bisa tersenyum karna ingin di foto. Padahal dalam hatinya Ia sangat ingin terbang.
Setelah Photobox, Sceny masih tersenyumsenyum lalu mengajak Carlette memakan eskrim. Saat memakan Eskrim Sceny menatap Carlette dan menemui ada secuil Eskrim disamping bibir Carlette. Lalu Sceny mencolek secuil Eskrim itu dan menjilatnya, Carlette hanya bisa berkata "American...." belum Ia lanjutkan kata2nya tiba-tiba Sceny berkata "Imma American Idiot" sambil cekikikan.
Matahari mulai menyembunyikan dirinya. Mereka bergegas pulang, saat dijalan menuju parkiran, Carlette berkata "walaupun ke Dufan nya ga sama Ayah dan Bunda, aku tetep seneng karena sama kamu" baru saja Ia menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba ada 2 orang berboncengan menaiki motor lewat dan menghantam kepala Carlette dengan Kayu yang sangat keras. Walaupun tidak terlalu parah, hanya butuh waktu seharian di rumah sakit, tapi penyakit Carlette semakin parah.
Esoknya, Carlette menaruh sertifikat sekolah pilotnya di meja di samping kasur ayahnya sebelum datang ke meja makan. Saat di meja makan ayah si kembar berkata "Scen, Lette, pagi-pagi udh rapih mau kemana?". "Carlette ngajakke taman, Om.". "Oh gitu, yasudahlaaah".
Saat berjalan ke luar rumah dengan dipegangi Sceny, Carlette berkata pada Ayahnya "Pah, ntar pas aku ke taman, liat di meja kasur ya, ada kejutan"
Sampai di taman Carlette berbaring di lapangan dekat pohon permintaan sambil merentangkan tangannya. Sceny pun mengikuti berbaring dengan kepala diatas lengan Carlette, sehingga Sceny bisa mendengar detak jantung Carlette. Mereka terdiam, terus terdiam. Yang Sceny dengar hanyalah detak jantung Carlette. Tiba-tiba hening, Sceny tidak mendengar detakjantung Carlette lagi. Sceny tetap diam di tempatnya. Carlette menutup matanya, darah segar mulai keluar dari hidung dan telinga lelaki yang telah merubah sikapnya. Air mata mulai keluar dari mata Sceny, Ia masih ingin lama di dekat Carlette, masih ingin, sangat ingin. tapi Ia harus menelfon Carlotte.
Saat diberitahu oleh Carlotte bahwa Carlette telah tiada, Ayahnya terkaejut "padahal baru saja Ia membuat ku bangga".
Esoknya Sceny harus kembali ke Amerika, sebelum berangkat ke Bandara Sceny menyempatkan diri pergi ke makam Carlette.
Conversation =>
Carlotte: *berbisik ke batu nisan Carlette* lo akan selalu jadi kakak terbaik gue...
Sceny: *tersenyum*
Carlotte: Scen, puas2in dulu disini. Masih se-jam lagi. Aku tunggu di mobil
Sceny: *mengangguk*
Sceny: *berdiri* *mencium cincin pemberian Carlette* I always live you, the greatest boy in ma heart.
~~~~~~~~~~~~~~~~
SELESAI
Thanks for reading.
Don't forget to comment.
xo,
Alsa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar