Kamis, 16 Februari 2012

E...E...Eleven *({})

Huooooy, kangen kan? udah lama ga ngepost..
Eleven itu apasih? itu sebelas. Yap tanggal sebelas gue punya event bersama teman-teman Sevcwice. Paginya gue bangun karena mau mengikuti English Competition, dan pas mandi gue terus menerus membayangkan sesusah apa soal kompetisi itu, seperti INI "TIDAAAK, AKU TAKUT GA BISA NGERJAINNYA" "tinggal nyontek" "TAPI BAGAIMANA JIKA JAWABAN DARI PENYONTEKAN ITU MALAH MEMBAWAKU TERJEREMBAP KE LUBANG YANG LEBIH DALAM?! :'(" *HALAH.  Kompetisi dimulai (Jengjerejengjengjeng) <-- pake sountrack. Ternyata soal tidak begitu susah,gue ga memilih nyontek tapi dengan cara lain (menulis huruf A/B/C/D di setiap sisinya dan dii kocok seperti dadu, apa yang keluar itu yang gue tulis di LJK) *demi Allah gue boong*. Selesai English Competition gue pulang, oiya kami kan Ingin ke MOI jadi pulang dulu abis itu ngumpul di rumah Linda, Nah pas pulang kan Winda bareng gue gitu jadi nanti bareng kerumah Linda, nah si Linda dan Ade malah gamau bareng aneh yekan mendingan bareng jadi sekalian daripada ngabisin ongkos untuk bajaj mengingan..... untuk beli LollyLand engga deng, mendingan di tabung kan (jadi berasa bijak huffft). Sesampainya di Moi kami mencaari Widja dan Nabila. Dan mereka sudah menunggu di dekat Hizteria *versiMoi... Sounds bad>_< Dan bener aja mereka ngajak naik itu berani si tapi ya ada takutnya jugalaaah. Akhirnya dengan menggunakan kartu Moi nya Nabila gue ngisi ulang kartu itu dan yang pasti naik ke wahana mengerikan itu huuuufh. Saat wahana berjalan gue ketawa2 denan Nabila (gue sama Nabila cuma berdua di sisi kanan) ya jadi cuma sama Nabila. Terdengar suara teman-teman yang lain berteriak-teriak di sisi kiri. Masih untung gue di sisi kanan karna pemandangannya ga ke tempat ramai, karna pernah waktu itu gue naik di sisi kiri dan saat di atas di liatin orang, saat gue teriak2 mereka malah memasang tampang suram dan tak berdosa seakan-akan berkata "Tuhan.. ambil pita suara anak ituu" Astaghfirullah jangan sampeeeee..... Setelah menuruni wahana itu Ade dan Linda lagi-lagi mereka Berkata "duh kaki gue sakit abis naik itu" (mungkin mereka bersila saat menaikinya.) Setelah puas beramain wahana2 yang mengerikan gue ke Blitz awalnya cuma pen photobooth tapi Widja ngajakin nonton yasudah kami nonton Chronical(y)(y). Sebelum nonton kami solat dan makan dulu, kami sudah telat 2menit saat memasuki studio huhuhuhuffft. Slesai nonton kami berdecak kagum memuji film chronical itu HAHIHUHEHO. Setelah itu kami ke toilet karena semuanya kebelet pipis. Once again Semuanya kebelet pipis... Semuanyaaa... Semuaaaa... Semua... Semua.... Setelah itu kami ngiter2 sebentar dan Widja mengajak pergi ke Sport Mall untuk membeli tas basketnya, kami pun menyetujuinya. Kami mendapat taksi dengan supur yang keteknya sangatlah bau, beruntung tujuan kami dekat. Kami mengeluh melalui pesan teks ckckck. Kami udah capek2 melalui pesan teks malah si Ade keceplosan berkata "Masih bau?" lagi-lagi dia. Dan segeralah Ade ngeles agar supir taksi itu tidak mengeluh >_< sesampainya kami di SportMall kami tidak menemukan toko itu, kami malah menjumpai Bule-Bule yang sedang berjalan, mungkin itu bule yang sering mengikuti acara nyanyi A-s*n* S**r. Setelah berputar 86 kali kami menemukan tokonya, ternyata itu toko yg sedaritadi kami lalui ckckck. Sampai di toko itu Widja sangat labil memilih-milih tas, sampai terdengar Sountrack: "3 abad kemudian" heh mungkinkah?!.
 Setelah itu kami pulang dengan pikiran-pikiran senang... Dan dengan dipenuhi mention "TFT". hohoho




------------
That's all about us


@AlsaJohans <--- follow me!

Kamis, 02 Februari 2012

Last Days In My Life (Membahagiakan semuanyaa)

4. Membahagiakan semuanya

    Sebelum Carlette menonton pertandingan Adik kembarnya kemarin, Carlette pergi ke sekolah pilot dan Ia test selama 4 hari. Dan Ia diterima menjadi pilot. Ia sangat senang dan bermaksud ingin memberi kejutan untuk ayahnya, tetapi kini Ia malah tekulai lemas di rumahsakit.


    Hari berlalu.. Akhirnya Carlette kelua dari rumah sakit. Ayah, Ibu, dan Carlotte kini sudah tau bahwa Carlette terkena penyakit Disleksia dan mereka pun menyesal telah mencap Carlette sebagaiorang bodoh.
    Dua hari kemudian Carlette mengajak Sceny ke taman. Sceny pun mengikutinya. Sampai di taman Carlette memberi cincin pada Sceny. Sceny sangat senang, akhirnya Ia mengajak Carlette ke Dufan. Sampai di Dufan Carlette terlihat sangat bersemangat. Sceny mengajak Carlette untuk Photobox, tetapi Carlette ogah-ogahan. Akhirnya Sceny mengacak-acak rambut Carlette hingga poninya menutupi matanya. "Aku tau kamu ga mau foto gara-gara kamu benci mukamu mirip Carlotte kan? Sekarang udah ga mirip. Senyum dong, mau di foto niiiih" tutur Sceny. Carlette berpikir dan berkata "sekali aja ya". Sceny mengangguk mantap. Akhirnya Carlette tersenyum. Sceny hanya bisa tersenyum karna ingin di foto. Padahal dalam hatinya Ia sangat ingin terbang.
    Setelah Photobox, Sceny masih tersenyumsenyum lalu mengajak Carlette memakan eskrim. Saat memakan Eskrim Sceny menatap Carlette dan menemui ada secuil Eskrim disamping bibir Carlette. Lalu Sceny mencolek secuil Eskrim itu dan menjilatnya, Carlette hanya bisa berkata "American...." belum Ia lanjutkan kata2nya tiba-tiba Sceny berkata "Imma American Idiot" sambil cekikikan.
    Matahari mulai menyembunyikan dirinya. Mereka bergegas pulang, saat dijalan menuju parkiran, Carlette berkata "walaupun ke Dufan nya ga sama Ayah dan Bunda, aku tetep seneng karena sama kamu" baru saja Ia menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba ada 2 orang berboncengan menaiki motor lewat dan menghantam kepala Carlette dengan Kayu yang sangat keras.  Walaupun tidak terlalu parah, hanya butuh waktu seharian di rumah sakit, tapi penyakit Carlette semakin parah.


    Esoknya, Carlette menaruh sertifikat sekolah pilotnya di meja di samping kasur ayahnya sebelum datang ke meja makan. Saat di meja makan ayah si kembar berkata "Scen, Lette, pagi-pagi udh rapih mau kemana?". "Carlette ngajakke taman, Om.". "Oh gitu, yasudahlaaah".

    Saat berjalan ke luar rumah dengan dipegangi Sceny, Carlette berkata pada Ayahnya "Pah, ntar pas aku ke taman, liat di meja kasur ya, ada kejutan"

    Sampai di taman Carlette berbaring di lapangan dekat pohon permintaan sambil merentangkan tangannya. Sceny pun mengikuti berbaring dengan kepala diatas lengan Carlette, sehingga Sceny bisa mendengar detak jantung Carlette. Mereka terdiam, terus terdiam. Yang Sceny dengar hanyalah detak jantung Carlette. Tiba-tiba hening, Sceny tidak mendengar detakjantung Carlette lagi. Sceny tetap diam di tempatnya. Carlette menutup matanya, darah segar mulai keluar dari hidung dan telinga lelaki yang telah merubah sikapnya. Air mata mulai keluar dari mata Sceny, Ia masih ingin lama di dekat Carlette, masih ingin, sangat ingin. tapi Ia harus menelfon Carlotte.


    Saat diberitahu oleh Carlotte bahwa Carlette telah tiada, Ayahnya terkaejut "padahal baru saja Ia membuat ku bangga".

    Esoknya Sceny harus kembali ke Amerika, sebelum berangkat ke Bandara Sceny menyempatkan diri pergi ke makam Carlette. 
Conversation =>
Carlotte: *berbisik ke batu nisan Carlette* lo akan selalu jadi kakak terbaik gue...
Sceny: *tersenyum*
Carlotte: Scen, puas2in dulu disini. Masih se-jam lagi. Aku tunggu di mobil
Sceny: *mengangguk*






Sceny: *berdiri* *mencium cincin pemberian Carlette* I always live you, the greatest boy in ma heart.


~~~~~~~~~~~~~~~~
SELESAI


Thanks for reading.
Don't forget to comment.


xo,
Alsa